Monday, January 4, 2010

Cemara



Keakustikan musik justru membuat dingin suasana. Semua bergeming di dunianya masing-masing. Sadarkan aku bahwa aku cuma begini. Cemara natal pun berkerlip didalam kesendiriannya. Yang selalu menjadi topik kepicikanku kini menjadi begitu manis. Aku jadi terkesima kepada beberapa orang. Sebagian tersamar dari bayangan semu. Menghenyakan kesadaran bahwa sebenarnya aku kangen pada mereka-mereka yang hidup didunia nyataku. Yang pada saat biasa mereka hilir mudik namun tak kasat mata bagiku.
Huh.. Cemara natal itu kini beriba kepadaku. Atas kepicikanku padanya. Dan rasa kangen ini telah teraduk merata dalam keakustikan suasana.

Cihampelas, 1 Januari 2010

No comments:

Post a Comment