Wednesday, June 25, 2008

Si Baju Merah

Air hujan berlinang dikaca angkot yang mengantarkan aku pada tujuan
Tanpa ada suara kecuali suara radio yang menghibur tanpa arti
Air tetap berlinang basah ketika suara kecil, serak, dan samar mengalun ragu
Aku mendengarkan nadanya yang berusaha mengeras
Aku cari asalnya
ooo... dia kecil, berbaju merah dengan petikan gitar kecilnya yang mengalun tak sempurna
Aku coba dengarkan kata yang dia lantunkan, tapi nampaknya sang radio tak mau frekuensinya di ambil haknya
Kata terakhir selesai di ucap, gemercing uang logam berhasil didapat
Ia turun, hampa, menunggu basah itu kering, berharap suara gemercing uang kembali terdengar nyaring
Angkot berjalan, air masih berlinang, basah masih menemani...

No comments:

Post a Comment