HWA!! Seperti menemukan sesuatu yang segar diantara kepengapan tugas dan tuntutan lainnya. Jadi mari sejenak menjalankan hobi dulu yak hehe...
Sekitar beberapa bulan yang lalu rilis sebuah film yang diadaptasi dari novel fantasi, Oz The Great and Powerful (2013). Novel aslinya adalah Oz the series karya Frank L. Baum. Kalau di film rilisan terbaru ini menceritakan tentang awal mula ditemukannya dunia Oz oleh Oscar Diggs, maka pada pada film perdana dari novel ini, yang rilis pada tahun 1939 (gilee Indonesia aja masih belum merdeka) menceritakan tentang terdamparnya Dorothy di dunia Oz.
Info tambahan lagi, film perdana nya ini diadaptasi dari seri novel Oz, The Wonderfull Wizard of Oz (1900)--judul filmnya The Wizard of Oz. Tokoh Dorothy pada film tersebut di perankan oleh Judy Garland, nah! Pada film tersebut Garland menyanyikan lagu Somewhere Over The Rainbow (liriknya ditulis oleh E. Y. Harburg dan diaransemen oleh Harold Arlen).
Gara-gara lagu ini makanya saya gemes mau bikin tulisan ini. Lagu ini pertama kali saya dengar dari suara merdu anak kecil yang mungkin sekarang sudah besar, Connie Talbot, di ajang pencarian bakat Britain Got Talent. Lagu nya lucu, saya pikir. Tapi kemudian terlupakan begitu saja sama saya sampai kemarin, saya mendengar lagu itu lagi, dan lagi-lagi dari ajang pencarian bakat, namun ini pencarian bakat di Indonesia. Akhirnya saya iseng browse tentang lagu tersebut.
Wow... ini makin bikin gemes saya. Ternyata lagu tersebut pertama kali dinyanyikan oleh Judy Garland dalam filmnya The Wizard of Oz. film ituuuuuu...... rilisan terbarunya belum lama saya tonton, arrrrgggghhhh..... menarik sekali!!!
oke, ini cuplikan dari film The Wizard of Oz tersebut,
Ehehehe... Jadul ya.. klasik sekali. Lagu ini memenangkan Academy award sebagai best ballad song.
Ada baiknya kita lihat-lihat cuplikan dari trailer film The Wizard of Oz. Trailer film zaman dulu, hmm...
Hehehe... Menariknya pada zaman itu film berwarna cukup jarang, kalau ibaratnya zaman sekarang itu hanya film-film tertentu yang dibuat 3D (yah, meskipun makin banyak film yang dibuat 3D, dan sayangnya gak semua film cocok dikonsep 3D). Lihat produksinya? Metro Goldwyn Meyer... Jaduuuuul!!! tapi sukaaaaaa!!!! hahahaha...
Yap... sudah lihat yang klasik, mari naik mesin waktu, kembali ke dunia masa kini. Ini beberapa cuplikan dari lagu Somewhere Over The Rainbow versi masa milenium :)
Lucu yaa... Sebenernya saya sudah sempat share video ini, di blog ini juga, beberapa tahun lalu. Tapi saya lupa di arsip yang mana, jadi sulit dibikin tautannya hehe...
Kalau yang ini versi Norah Jones. Maaf ya, saya gak dapet video yang lebih bagus :(
So, this is the lyric...
Somewhere Over The Rainbow
Ooo ooo ooo
Ooo ooo ooo
Somewhere over the rainbow
Way up high
And the dreams that you dreamed of
Once in a lullaby
Oh somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
And the dreams that you dreamed of
Dreams really do come true
Someday I'll wish upon a star
Wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me
Oh somewhere over the rainbow
Bluebirds fly
And the dreams that you dare to
Oh why, oh why can't I?
Oh someday I'll wish upon a star
Wake up where the clouds are far behind me
Where trouble melts like lemon drops
High above the chimney tops
That's where you'll find me
Oh somewhere over the rainbow
Way up high
And the dreams that you dare to
Why, oh why can't I, I?
Ooo ooo ooo
Ooo ooo ooo
Ooo, ah ah
Saturday, April 13, 2013
Saturday, March 2, 2013
Django Unchained (2012): "The D is Silent"
Fiuuuh.... Selalu begitu setelah saya beres nonton Tarantino film. Entahlah, film Quentin Tarantino yang masih berbekas diingatan saya itu Inglourious Basterds, dan haduuuh... Ya capek ketawa, capek nutup mata. Kacau deh... Dan komentar saya saat itu hanya, sembarangan! hahaha...
Oke oke, Tarantino kembali merilis film terbarunya pada Desember 2012, meskipun baru diputar di Indonesia pada Februari 2013 ini. Mungkin karena proses impor dan sensornya sulit kali ya hehe...
Kali ini cerita yang diangkat tentang pemburu hadiah berkulit hitam di tanah kering Texas, Amerika Serikat. Django (Jamie Foxx) seorang budak kulit hitam yang kemudian dibeli oleh dokter gigi abal-abal asal Jerman, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) yang ternyata adalah seorang pemburu hadiah. Dalam perjalanan mereka menjadi pemburu hadiah, Django bercerita bahwa dirinya akan mencari istrinya, Broomhilda von Schaft (Kerry Washington). Dr. Schultz menyanggupi membantu Django dalam mencari istrinya karena Ia telah banyak membantu Dr. Schultz dalam memburu para buronan.
Diketahui bahwa Broomhilda menjadi budak ditempat seorang tuan tanah, Calvin Candie (Leonardo DiCaprio). Lalu dimulailah taktik untuk menyelamatkan istri Django itu.
Seperti komentar awal saya, fiuuuh... Ceritanya sangat jauh dari melodrama. Sadis dan agak nyeleneh menurut saya, tapi itulah khasnya Quentin Tarantino. Tapi, meskipun nyeleneh, film ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan untuk segi cerita, diantaranya piala Oscar untuk Best Writing, Screenplay Writen Directly for the Screen di Academy Award 2013 dan pemenang Original Screenplay di BAFTA 2013.
Cerita ini bersetting di Texas dan Missisipi sebelum perang saudara di Amerika. Ketika itu orang-orang kulit hitam masih dikonotasikan sebagai budak kaum kulit putih. Saya juga baru tahu kebiasaan pada masa itu menamai budak sesuai dengan majikan pertamanya. Seperti pada nama istri Django, Broomhilda von Schaft, itu adalah nama Jerman sesuai dengan majikan dimana Ia dibesarkan.
Untuk cinematografinya sendiri, kalau dilihat seperti sedang menonton film Chuck Norris jaman dulu, hahahaha... Sorry, cuma itu yang bisa saya gambarin.
Dan hmm... Nampaknya Tarantino sedang senang mengeksplorasi karakter orang Jerman, setelah film lalunya tentang pemburuan Hitler, kini tokoh penyelamat Django dari perbudakan juga orang Jerman.
note: saya sarankan film ini sangat tidak untuk anak-anak ya... karena saya saja nonton sambil ketar-ketir nutup mata. Antara sadis tapi kocak, gimana tuh ya...
***
Detail Film
Gendre: Action, Drama, Western
Durasi: 165 menit
Rate (MPAA): R
Bahasa: Inggris
Sutradara: Quentin Tarantino
Produser: Stacey Sher, Reginald Hudlin, Pilar Savone
Cerita dan Skenario: Quentin Tarantino
Pemeran: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, Kerry Washington, Samuel L. Jackson
Editor: Fred Raskin
Cinematografi: Robert Richardson
Musik: Elayna Boynton
Distributor: The Weinstein Company, Columbia Pictures
Oke oke, Tarantino kembali merilis film terbarunya pada Desember 2012, meskipun baru diputar di Indonesia pada Februari 2013 ini. Mungkin karena proses impor dan sensornya sulit kali ya hehe...Kali ini cerita yang diangkat tentang pemburu hadiah berkulit hitam di tanah kering Texas, Amerika Serikat. Django (Jamie Foxx) seorang budak kulit hitam yang kemudian dibeli oleh dokter gigi abal-abal asal Jerman, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) yang ternyata adalah seorang pemburu hadiah. Dalam perjalanan mereka menjadi pemburu hadiah, Django bercerita bahwa dirinya akan mencari istrinya, Broomhilda von Schaft (Kerry Washington). Dr. Schultz menyanggupi membantu Django dalam mencari istrinya karena Ia telah banyak membantu Dr. Schultz dalam memburu para buronan.
Diketahui bahwa Broomhilda menjadi budak ditempat seorang tuan tanah, Calvin Candie (Leonardo DiCaprio). Lalu dimulailah taktik untuk menyelamatkan istri Django itu.
Seperti komentar awal saya, fiuuuh... Ceritanya sangat jauh dari melodrama. Sadis dan agak nyeleneh menurut saya, tapi itulah khasnya Quentin Tarantino. Tapi, meskipun nyeleneh, film ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan untuk segi cerita, diantaranya piala Oscar untuk Best Writing, Screenplay Writen Directly for the Screen di Academy Award 2013 dan pemenang Original Screenplay di BAFTA 2013.
Cerita ini bersetting di Texas dan Missisipi sebelum perang saudara di Amerika. Ketika itu orang-orang kulit hitam masih dikonotasikan sebagai budak kaum kulit putih. Saya juga baru tahu kebiasaan pada masa itu menamai budak sesuai dengan majikan pertamanya. Seperti pada nama istri Django, Broomhilda von Schaft, itu adalah nama Jerman sesuai dengan majikan dimana Ia dibesarkan.
Untuk cinematografinya sendiri, kalau dilihat seperti sedang menonton film Chuck Norris jaman dulu, hahahaha... Sorry, cuma itu yang bisa saya gambarin.
Dan hmm... Nampaknya Tarantino sedang senang mengeksplorasi karakter orang Jerman, setelah film lalunya tentang pemburuan Hitler, kini tokoh penyelamat Django dari perbudakan juga orang Jerman.
Django: Django. D-J-A-N-G-O. The D is silent
note: saya sarankan film ini sangat tidak untuk anak-anak ya... karena saya saja nonton sambil ketar-ketir nutup mata. Antara sadis tapi kocak, gimana tuh ya...
***
Detail Film
Gendre: Action, Drama, Western
Durasi: 165 menit
Rate (MPAA): R
Bahasa: Inggris
Sutradara: Quentin Tarantino
Produser: Stacey Sher, Reginald Hudlin, Pilar Savone
Cerita dan Skenario: Quentin Tarantino
Pemeran: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, Kerry Washington, Samuel L. Jackson
Editor: Fred Raskin
Cinematografi: Robert Richardson
Musik: Elayna Boynton
Distributor: The Weinstein Company, Columbia Pictures
Friday, February 22, 2013
Rectoverso Sountrack
Note: susah juga ya nyari lengkap soundtrack film ini. Yah, seadanya saja ya...
Selamat menikmati...
Rectoverso (2013): Antologi tentang Cinta tak Terucap
Rectoverso adalah bentuk atau gambar yang saling terpisah namun sebenarnya saling melengkapi menjadi kesatuan utuh. Nampaknya cukup menggambarkan bentuk film yang diadaptasi dari novel karya Dewi 'Dee' Lestari (2008) ini. Film yang mengambil judul yang sama dengan novelnya ini merupakan film omnibus yang didalamnya berisi lima cerita tentang cinta yang tak terucap.Cerita yang ada didalam film ini diadaptasi dari beberapa cerita yang ada pada novelnya, diantaranya Malaikat juga Tahu, Firasat, Cicak di Dinding, Curhat buat Sahabat, dan Hanya Isyarat. Kelima film pendek ini di sutradarai oleh lima sutradara wanita.
Sedikit ringkasan cerita dari kelima film pendek tersebut:
Malaikat juga Tahu
Abang (Lukman Sardi), putra tertua Bunda (Dewi Irawan), yang mengalami autism jatuh cinta pada seorang gadis yang tinggal di kost-kostan milik Bunda, Leia (Prisia Nasution). Bunda merasa khawatir dengan keadaan ini mengingat kondisi Abang apalagi kemudian Leia justru memilih adik Abang, Hans (Marcell Domits) sebagai kekasihnya.Firasat
Senja (Asmirandah) sudah mengikuti Klub Firasat yang didirikan oleh Panca (Dwi Sasono) selama satu tahun. Namun dalam satu tahun itupula Senja tidak pernah berbagi tentang perasaan dan firasat-firasat nya kepada forum klub. Senja takut sesuatu terjadi pada Panca, seperti yang terjadi pada keluarganya dulu.
Cicak di DindingSuatu ketika di Bar, Taja (Yama Carlos) duduk sendiri sampai tiba-tiba seorang wanita cantik menghampirinya dan merasa tertarik padanya. Awalnya berjalan manis sampai suatu ketika wanita itu, Laras (Sophia Latjuba), menghilang dari kehidupannya.
Curhat buat SahabatDi sebuah kafe dua orang sahabat duduk mengikmati obrolan mereka. Amanda (Acha Septriasa) yang ceria dan bersemangat ini bercerita banyak kepada sahabatnya, Reggie (Indra Birowo) yang dengan senang hati mendengarkan curhat Amanda. Tak pernah ada yang tahu bahwa ada perasaan yang mengalir dari pertemuan dua sahabat tersebut.
Hanya Isyarat
Al (Amanda Soekasah) jatuh cinta pada teman milisnya, Raga (Hamish Daud). Namun begitu, Al hanya bisa mengagumi Raga diam-diam. Mengaguminya dari balik punggungnya...
Keunikan film omnibus sendiri adalah plot cerita yang berisi potongan-potongan adegan dari beberapa film pendek yang digabung menjadi satu. Perlu kreatifitas tersendiri dalam menyusun potongan adegan tersebut agar alur cerita dapat berjalan apik dan sampai pada twist dengan tepat. Dan menurut saya perlu kepiawaian penulis skrip dan editor dalam mengolah hal ini.
Rectoverso sendiri, bagi saya, merupakan film yang 'halus' dan ketika saya liat jajaran sutradaranya, saya makin mengamini mengapa film ini menjadi begitu 'halus'.
Diluar perbincangan teknis film, isi dari film ini begitu filosofis saya rasa. Tentang semesta, tentang teori chaos, tentang manusia dan alam...
Kejadian-kejadian pada hidup manusia yang nampaknya tidak saling berkaitan justru sebenarnya saling melengkapi.
Dan kau tahu, tiba-tiba saya berpikir bahwa jangan-jangan kita semua sedang ada pada sebuah plot dalam rectoverso...
***
Detail Film
Saturday, February 16, 2013
Lagu dan Keadaan
Haloo.. Malam sudah menjelang. Tapi gak bisa deh gue kalo tidur cepet-cepet hehe...
well, karena sudah ketemu disini mari kita obrolkan sesuatu.
Kali ini tentang musik. Seperti film yang sering gue ulas, musik pun tercipta dari berbagai hal yang menginspirasi. Okelah, berhubung gue gak terlalu ahli dalam permusikan, saya ingin berbagi tentang inspirasi musik yang diambil dari keadaan. Hmm... keadaan yang dimaksud bisa tempat, situasi, dan sebagainya. Dan biasanya keadaan tersebut mempunyai ciri khas tertentu.
Lagu-lagu yang terinspirasi oleh tempat misalnya, yang terkenal sekarang ini, Gangnam Style, ketika Halyu Wave menyebar kemana-mana.
Psy - Gangnam Style
Lagu ini bercerita tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di kawasan elite Gangnam, Korea Selatan.
Lagu lainnya yang terinspirasi oleh tempat,
Katy Perry ft Snoop Dogg - California Gurls
Sedangkan lagu yang satu ini menceritakan tentang kebiasaan para gadis-gadis California.
Hmm, apalagi ya? ooh ini dia,
Agrikultur - Kompor Meleduk (lagu asli oleh Benyamin S)
Indonesia juga punya soal lagu semacam ini, mungkin banyak tapi yang kepikiran sama gue ya lagu ini, hehe...
Kalo menurut lo gimana?
well, karena sudah ketemu disini mari kita obrolkan sesuatu.
Kali ini tentang musik. Seperti film yang sering gue ulas, musik pun tercipta dari berbagai hal yang menginspirasi. Okelah, berhubung gue gak terlalu ahli dalam permusikan, saya ingin berbagi tentang inspirasi musik yang diambil dari keadaan. Hmm... keadaan yang dimaksud bisa tempat, situasi, dan sebagainya. Dan biasanya keadaan tersebut mempunyai ciri khas tertentu.
Lagu-lagu yang terinspirasi oleh tempat misalnya, yang terkenal sekarang ini, Gangnam Style, ketika Halyu Wave menyebar kemana-mana.
Psy - Gangnam Style
Lagu ini bercerita tentang kehidupan orang-orang yang tinggal di kawasan elite Gangnam, Korea Selatan.
Lagu lainnya yang terinspirasi oleh tempat,
Katy Perry ft Snoop Dogg - California Gurls
Sedangkan lagu yang satu ini menceritakan tentang kebiasaan para gadis-gadis California.
Hmm, apalagi ya? ooh ini dia,
Agrikultur - Kompor Meleduk (lagu asli oleh Benyamin S)
Indonesia juga punya soal lagu semacam ini, mungkin banyak tapi yang kepikiran sama gue ya lagu ini, hehe...
Kalo menurut lo gimana?
Friday, February 8, 2013
Pernahkah kau menatap langit? pasti pernah. Pernah begitu terpana? Aku sering begitu.
Bahkan mungkin langit lebih tua usianya dari Bumi ini. Hahaha... Apalagi negara ini.
Menatap langit malam itu seakan mereka bercerita. Tentang sejarah, tentang masa lalu, tentang masa depan bahkan.
Beribu-ribu tahun yang lalu nenek moyang kita juga menatap langit. Langit yang sama yang kita tatap sekarang, dalam bentuk dan situasi berbeda.
Langit menjadi tumpahan doa dan kebingungan mereka terhadap alam. Berharap disana ada yang melihat mereka di gelap malam.
Ketika langit menjadi tumpuan kehidupan. Luar biasa. Penciptaan yang luar bisa. Perlu berani menatap dan memahami maka nahkoda kapal dapat memegang kendali diatas geladak.
Seperti kakak bagi bumi yang masih muda waktu itu.
Gile... Kalau sudah begini pasti aku lanjut bermimpi tentang peri-peri yang turun dari langit. Hinggap dibumi lalu memberikan warnanya terhadap kehidupan.
Pernah melihat bintang jatuh? aku pernah. Dan ku katakan sekarang, tentang mitos jika ada bintang jatuh maka berharaplah dan harapan mu aka terkabul. Hah... butuh reflek yang cepat untuk itu. Karena ketika kau melihat bintang jatuh, alih-alih berharap, kau akan lupa dengan mitos itu dan cuma pukau yang tersisa. Aku cuma terpukau kala itu, melongo.
Cerita tentang bintang jatuh, kata orang bintang jatuh itu adalah bintang yang sudah mati. Ya, sebuah bintang mati kemudian jatuh. Tapi ada sesuatu yang luar biasa dari bintang yang jatuh dan mati. Ia membentuk nebula, kabut. Kemudian bergumpal-gumpal dan akhirnya mebnjadi sebuah bintang baru yang masih muda. Kelahiran bintang baru itu biasanya terletak ditempat bintang tua itu jatuh. Sungguh menarik ya, kau tau, aku jadi teringat Fawkes, Phonix yang ada di Harry Potter, hehehe.... Lahir dari abunya sendiri...
Uppss... Tapi aku lupa cerita sesuatu. Bintang yang mati punya dua kemugkinan, yang pertama kemungkin dia akan lahir kembali. Kemungkinan kedua adalah ia membentuk lubang hitam (black hole). Yang kedua inilah yang misterius. Black Hole punya kemampuan untuk menyedot benda-benda yang ada di dekatnya. Kata orang jika tersedot kedalamnya, kau akan sampai di semesta yang lain, entah 'benar-benar lain' atau di waktu yang lain.
Dan ngomong-ngomong soal bintang, bintang tertua di jagad raya yang pernah di temukan bernama Antares. Umurnya sudah ratusan tahun. Ia bertahan disana.
ehehehe.... oke deh.. perkenalkan saya Gitta yang sudah 20 tahun. Yang sekarang agak berhati-hati dengan imajinasinya.
Gangster Squad (2013)
Haloha! yuk berbagi lagi yuk...
Kali ini saya mau cerita ulang sebuah film. Film hmm... action. Tentang mafia, yang jelas sebenarnya bukan tipikal film favorit saya, tapi, well... mari mari berbagi...
Gangster Squad, film yang diadaptasi berdasarkan kisah nyata pada buku The Tales of Gangster Squad yang ditulis oleh Paul Lieberman ini bercerita tentang Los Angeles di tahun 1949. Keadaan ketika perang dunia berakhir, semua orang menginginkan kedamaian pada hidupnya, namun nampaknya kedamaian itu belum sampai ke Los Angeles saat itu. Perang memang selesai, namun mafia merajalela di Kota Malaikat itu.
Micky Cohen (Sean Penn) merupakan mafia yang merajai kota tersebut, tidak ada penegak hukum yang berani menuntutnya ke pengadilan karena ia menyuap petinggi-petinggi kota demi keuntungannya.
Chief Parker (Nick Nolte) Kepala Polisi dari LAPD (Los Angeles Police Departement) resah dengan kondisi kota yang seperti itu, namun penangkapan terang-terangan akan sulit untuk dilakukan, kemudian dia membentuk sebuah tim kecil yang dikepalai oleh seorang polisi idealis, John O'Mara (Josh Brolin).
Dalam menjalankan misinya tersebut O'Mara dibantu oleh beberapa anak buahnya yang tidak diambil dari polisi kebanyakan. Yah... ini justru yang menjadikan tim ini kuat dan menarik.
Untuk meruntuhkan kerajaan Cohen tim ini tidak menyerang Cohen secara langsung, melainkan dengan mengobrak-abrik pusat-pusat perputaran uang milik Cohen.
Hmm... Diawal film, digambarkan kekejaman Cohen sebagai kepala mafia. Namun, pada plot selanjutnya jangan khawatir dengan alur cerita rumit dan serius sebagaimana biasanya film mafia berlangsung. Ceritanya bisa dibilang ringkes.
Selain itu juga, bagi senang dengan dunia intel, mata-mata, spy, di film ini juga diperlihatkan bagaimana tim ini mematai-matai Cohen. Ya, bayangkan saja pada tahun 1949 melakukan aksi penyadapan, tentunya tidak semudah sekarang ini.
Jadi yah, cukup menarik sebagai tontonan yang seru dan penuh aksi
Detail Film
Gender: Action, Crime
Rate (MPAA): R
Durasi: 113 menit
Bahasa: Inggris
Country: Amerika Serikat
Sutradara: Ruben Fleischer
Produser: Dan Lin, Kevin McCormick, Michael Tadross
Screenplay: Will Beal
Cerita Asli: Paul Lieberman dalam The Tales of Gangster Squad
Pemeran: John Brolin, Sean Penn, Nick Nolte, Ryan Gosling, Anthony Mackie, Robert Patrick, Giovanni Ribisi, Michael Peña, Emma Stone
Cinematografi: Dion Beebe
Editor: Alan Baumgarten, James Herbert
Musik: Steve Jablonsky
Distributor: Warner Bros. Pictures
Kali ini saya mau cerita ulang sebuah film. Film hmm... action. Tentang mafia, yang jelas sebenarnya bukan tipikal film favorit saya, tapi, well... mari mari berbagi...Gangster Squad, film yang diadaptasi berdasarkan kisah nyata pada buku The Tales of Gangster Squad yang ditulis oleh Paul Lieberman ini bercerita tentang Los Angeles di tahun 1949. Keadaan ketika perang dunia berakhir, semua orang menginginkan kedamaian pada hidupnya, namun nampaknya kedamaian itu belum sampai ke Los Angeles saat itu. Perang memang selesai, namun mafia merajalela di Kota Malaikat itu.
Micky Cohen (Sean Penn) merupakan mafia yang merajai kota tersebut, tidak ada penegak hukum yang berani menuntutnya ke pengadilan karena ia menyuap petinggi-petinggi kota demi keuntungannya.
Chief Parker (Nick Nolte) Kepala Polisi dari LAPD (Los Angeles Police Departement) resah dengan kondisi kota yang seperti itu, namun penangkapan terang-terangan akan sulit untuk dilakukan, kemudian dia membentuk sebuah tim kecil yang dikepalai oleh seorang polisi idealis, John O'Mara (Josh Brolin).
Dalam menjalankan misinya tersebut O'Mara dibantu oleh beberapa anak buahnya yang tidak diambil dari polisi kebanyakan. Yah... ini justru yang menjadikan tim ini kuat dan menarik.
Untuk meruntuhkan kerajaan Cohen tim ini tidak menyerang Cohen secara langsung, melainkan dengan mengobrak-abrik pusat-pusat perputaran uang milik Cohen.
Hmm... Diawal film, digambarkan kekejaman Cohen sebagai kepala mafia. Namun, pada plot selanjutnya jangan khawatir dengan alur cerita rumit dan serius sebagaimana biasanya film mafia berlangsung. Ceritanya bisa dibilang ringkes.
Selain itu juga, bagi senang dengan dunia intel, mata-mata, spy, di film ini juga diperlihatkan bagaimana tim ini mematai-matai Cohen. Ya, bayangkan saja pada tahun 1949 melakukan aksi penyadapan, tentunya tidak semudah sekarang ini.
Jadi yah, cukup menarik sebagai tontonan yang seru dan penuh aksi
Detail Film
Gender: Action, Crime
Rate (MPAA): R
Durasi: 113 menit
Bahasa: Inggris
Country: Amerika Serikat
Sutradara: Ruben Fleischer
Produser: Dan Lin, Kevin McCormick, Michael Tadross
Screenplay: Will Beal
Cerita Asli: Paul Lieberman dalam The Tales of Gangster Squad
Pemeran: John Brolin, Sean Penn, Nick Nolte, Ryan Gosling, Anthony Mackie, Robert Patrick, Giovanni Ribisi, Michael Peña, Emma Stone
Cinematografi: Dion Beebe
Editor: Alan Baumgarten, James Herbert
Musik: Steve Jablonsky
Distributor: Warner Bros. Pictures
Subscribe to:
Posts (Atom)



