Sunday, November 3, 2013

Thor: The Dark World (2013)

Hayoo... ada yang nunggu film ini enggak, hehe.. Well, ini udah masuk musim apa sih? Fall? yah kalau salah mohon maaf ya, maklum amatiran haha.. Fall, autumn, biasanya banyak diisi oleh film-film horror tapi kalau memang benar ini masuk Fall, berarti Thor ini unik ya, semacam menjadi pilihan lain.

Ini sekuel dari film Thor (2011) pertama, emm, yah saya gak nonton jadi gak bisa cerita banyak. Tapi masih diperankan oleh aktor-aktor lamanya. Kali ini Thor (Hemsworth) harus menyelamatkan 9 dunia dari serangan Malekith (Eccleston) yang ingin mengambil cahaya dari dunia dan mengembalikannya pada kegelapan. Well, cerita akan sangat klasik jika tidak diberi bumbu lain. Disisi lain, dalam internal keluarga kerajaan Asgard sedang terjadi pergolakan, yah bisa dibilang gitu deh. Odin (Hopkins), menginginkan Thor menggantika posisinya sebagai raja, namun sebaliknya Thor tidak menginginkannya.

Oke, Hollywood memang tahu celah membangun cerita sehingga dapat diterima di berbagai selera penonton. Dan bagi saya, justru cerita menjadi menarik ketika tokoh Loki (Hiddleston) muncul, ahay!. Loki yang penuh ilusi begitu marah ketika tahu bahwa ibunya tewas. Loki menjadi karakter yang sulit ditebak, sehingga memunculkan twist-twist di beberapa plot. Meski pada akhirnya Loki tetap dibiarkan pada posisinya yang abu-abu (atau antagonis?).

Loki: What makes you think you can trust me?
Thor: I don't

Penggambaran Asgard, yah, bisa diterima dengan segala bentuk bangunan yang semi-futuristic itu, juga kapal-kapal perang Malekith yang justru mengingatkan saya pada Star Trek. Lah, dua-duanya sama-sama di luar angkasa, cuma bedanya Star Trek itu ceritanya di masa depan, dan Thor berasal dari mitologi Nordik.

Ehem, lucunya film ini kedatangan cameo dari salah satu The Avanger (sorry, spoiler). Dan banyak hal-hal jenaka lainnya khas kisah-kisah pahlawan Marvel. Yap, Marvel tetap menjaga tipikal film-film pahlawannya yang 'ceria'.

Overall, lumayan buat tontonan segar diakhir minggu. Dan kalo gak salah ada 3D nya, boleh dicoba. Ngomong-ngomong untuk film superhero macam gini diberi rating 88 % dari Rottentomatoes cukup diluar ekspetasi ya. So, dijamin kan hahaha... Selamat menonton.

Nb. Tunggu sebentar setelah film selesai, ada potongan scene yang bisa diliat ;)

Thor dan Mitologi

Thor merupakan dewa petir dalam mitologi nordik. Mitologi nordik sendiri berkembang di wilayah Eropa Utara. Mitos-mitos ini ditulis dalam Edda berupa prosa dan puisi. Thor merupakan anak Odin dan ibunya adalah raksasa wanita bernama Jord. Senjata andalan dari dewa ini adalah Mjolnir, semacam godam yang dipercaya sebagai lambang perlindungan pada masyarakat Viking.

***
Detail
Running Time: 120 min
Rate (MPAA): PG-13
Language: English
Gendre: Action, Fantasy

Producer: Kevin Feige
Production: Walt Disney Pictures, Marvel Studios
Director: Alan Taylor
Screenplay: Christoper Yost, Christoper Markus, Stephen McFeely
Based on: Thor by Stan Lee, Larry Lieber, Jack Kirby
Music by: Brian Tyler
Editor: Dan Lebental, Wyatt Smith
Cinematography: Kramer Morgenthau
Cast: Chris Hemsworth, Anthony Hopkins, Tom Hiddleston, Natalie Portman, Christoper Eccleston, Idris Elba, Rene Russo.



HALOHA!

AHA! LOHA! udah berapa lama ya saya gak ngisi blog ini. Gila emang social media makin banyak aja, bikin kerjaan baru aja hahaha... Selain itu juga tugas-tugas kuliah makin tega. Oke, rencana awal nya malam ini saya mau mulai nyusun topik penelitian buat skripsi alias UTP, tapi biasa deh, gak fokus. Penyakit lama. Mamah sih udah sering nanya-nanya soal skripsi saya, tapi jawaban saya ya, mengecewakan gitulah...

Baiklah, topik tulisan malam ini kita bikin di kertas yang berbeda aja yah, anggap aja ini sebagai prolog salam jumpa setelah beberapa lama gak bertemu ya hahaha... :)

Sunday, September 8, 2013

Galunggung Time

Sebenernya udah lama mau posting ini, tapi begitu masuk kuliah terlalu stres karena langsung di todong soal UTP.
Oke, ini sekelumit cerita dari banyak cerita pas saya kkn (kuliah kerja nyata) di Tasikmalaya beberapa bulan yang lalu. Nah, ceritanya mumpung lagi di Tasik agaknya kurang kalau tidak mengunjungi gunung terkenal di Tasik, Galunggung.

Singkat cerita jalan lah kita kesana. Jujur aja, saya jalan-jalan ke Galunggung tanpa modal. Segala tetek bengek 'peralatan jalan' yang biasanya saya bawa kalau kuliah lapangan diliburkan semua di kosan. Cuma modal, ransel hasil minjem Uwi (teman sejurusan), sepatu crocs cantik, dan jaket kkn. Yah, mana tau kalau mau naik ke Galunggung hahaha....

Duh gak jelas ya gambarnya. Liat bagian tanah yang hitam nya? Nah, menuju kawah Galunggung kita turun lewat situ. Dan ngomong-ngomong itu bukan tanah tapi pasir. Licin lagi. Bayangin sepatu crocs imut-imut saya, rusak langsung selesai itu.

 Nah, kalo yang ini kawah Galunggung diliat dari puncaknya.

 Ini Uwi yang berjasa minjemin ranselnya buat saya hahaha...

 Bersihin sepatu di air kawah. Eh, air kawahnya dingin. Tapi soal belerangnya, hmm, saya kurang tahu. 

 Nah jadi tempat saya cuci kaki tadi itu semacam aliran air yang bermuara di kawah. Soal darimana airnya, jangan tanya yah, saya juga gak ngerti. 

 Oke, sebenernya yang mau saya gambarin itu kondisi cuaca di gunung Galunggung. Berkabut sepanjang hari. Hujan beberapa menit sekali. Kondisinya, jaket dan rambut selalu basah. Pokoknya dingin dan lembab.

 Yeay! Ini kita!!

Ini kawah Galunggung kalau dilihat dari dekat. Awalnya warna hijau ini saya pikir karena banyak lumut, ternyata enggak juga. Mungkin karena ada alga hijau *sok tau*

amazing... Air minum saya sampe dingin dan berembun

Ini pas nyampe di puncak Galunggung. Keren banget. Kayak perjalanan menuju kawah Mordor di film Lord of The Rings hohoho...

Taraaaa... ini dia setelah sampai di kawah Galunggung. Selamat menikmati :)


Saturday, June 8, 2013

Emm... Saya lagi gak mau membohongi perasaan.

Dan sedang berpikir, pikiran jelek, dan semoga Tuhan tidak mengabulkannya. Masa-masa ini, saya lebih baik di blacklist ketimbang harus jadi babu tugas. Masih banyak otak-otak yang lebih cerdas dari saya, otak yang lebih brilian dari saya yang sembrono ini untuk berpikir tugas itu baiknya diapakan. Karena dengan IQ yang tidak tinggi ini otak saya jadi cepat panas kalau terus harus diberi tanggungjawab atas beberapa kepala orang-orang brilian tadi.

Jadi yah, jangan andalkan saya pada masa-masa ini. OKE! :)

Thursday, June 6, 2013

Pada akhirnya saya cuma butuh di hargai. Entah bagaimana bentuknya. Setiap orang memang dilahirkan dengan disisipi ego diri. Tapi saya sering menyimpulkan, ego itu bagaimana manusia itu mengolahnya.

Saya sadar itu. Saya tidak mau menyalahkan orang lain. Saya cuma ingin menjadi baik kepada semua orang, karena toh, dalam hidup ini manusia tidak bisa hidup sendirian bukan?

Mungkin saya stres. Kata mamah, kebanyakan ngelamun malah bikin stres. Mungkin saya begitu.

Saya tidak tau apa yang salah. Dan sampai saat ini saya belum menemukan titik temu dari kerumitan ini. Saya berusaha untuk menghargai orang, cuma itu.
Manusia pasti punya kekurangan, cuma orang yang sampai pada titik kebijaksanaan memahami, bahwa melihat kekurangan seseorang manusia tidak berarti itu adalah keseluruhan dirinya. Namun tetap, pada akhirnya manusia itu tidak sempurna, manusia mudah menjuri, termasuk saya, maaf... Ini paradoks dari yang sering dikatakan alim ulama tentang kesempurnaan manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.

Sebenarnya ini curhat, terselubung...

Ini klimaks emosi pada semester ini. Membangun semangat itu sulit, meruntuhkannya sangat mudah. Kini, saya sedang menata semangat itu lagi, setelah habis di buldoser pada semester ini.

Saya tidak ingin membenci, tapi saya juga tak bisa memungkiri bahwa saya kesal dan lelah...

Makanya, kali ini saya memaksakan diri pulang kerumah, meski setumpuk pekerjaan dengan manja minta dibawa. Yah, rehat sejenak...

hem...

ketika rasa dihargai menjadi kebutuhan setiap manusia
-sawangan, depok-

Saturday, April 13, 2013

Somewhere Over The Rainbow

HWA!! Seperti menemukan sesuatu yang segar diantara kepengapan tugas dan tuntutan lainnya. Jadi mari sejenak menjalankan hobi dulu yak hehe...

Sekitar beberapa bulan yang lalu rilis sebuah film yang diadaptasi dari novel fantasi, Oz The Great and Powerful (2013). Novel aslinya adalah Oz the series karya Frank L. Baum. Kalau di film rilisan terbaru ini menceritakan tentang awal mula ditemukannya dunia Oz oleh Oscar Diggs, maka pada pada film perdana dari novel ini, yang rilis pada tahun 1939 (gilee Indonesia aja masih belum merdeka) menceritakan tentang terdamparnya Dorothy di dunia Oz.
Info tambahan lagi, film perdana nya ini diadaptasi dari seri novel Oz, The Wonderfull Wizard of Oz (1900)--judul filmnya The Wizard of Oz. Tokoh Dorothy pada film tersebut di perankan oleh Judy Garland, nah! Pada film tersebut Garland menyanyikan lagu Somewhere Over The Rainbow (liriknya ditulis oleh E. Y. Harburg dan diaransemen oleh Harold Arlen).

Gara-gara lagu ini makanya saya gemes mau bikin tulisan ini. Lagu ini pertama kali saya dengar dari suara merdu anak kecil yang mungkin sekarang sudah besar, Connie Talbot, di ajang pencarian bakat Britain Got Talent. Lagu nya lucu, saya pikir. Tapi kemudian terlupakan begitu saja sama saya sampai kemarin, saya mendengar lagu itu lagi, dan lagi-lagi dari ajang pencarian bakat, namun ini pencarian bakat di Indonesia. Akhirnya saya iseng browse tentang lagu tersebut.

Wow... ini makin bikin gemes saya. Ternyata lagu tersebut pertama kali dinyanyikan oleh Judy Garland dalam filmnya The Wizard of Oz. film ituuuuuu...... rilisan terbarunya belum lama saya tonton, arrrrgggghhhh..... menarik sekali!!!

oke, ini cuplikan dari film The Wizard of Oz tersebut,



Ehehehe... Jadul ya.. klasik sekali. Lagu ini memenangkan Academy award sebagai best ballad song.
Ada baiknya kita lihat-lihat cuplikan dari trailer film The Wizard of Oz. Trailer film zaman dulu, hmm...




Hehehe... Menariknya pada zaman itu film berwarna cukup jarang, kalau ibaratnya zaman sekarang itu hanya film-film tertentu yang dibuat 3D (yah, meskipun makin banyak film yang dibuat 3D, dan sayangnya gak semua film cocok dikonsep 3D). Lihat produksinya? Metro Goldwyn Meyer... Jaduuuuul!!! tapi sukaaaaaa!!!! hahahaha...

Yap... sudah lihat yang klasik, mari naik mesin waktu, kembali ke dunia masa kini. Ini beberapa cuplikan dari lagu Somewhere Over The Rainbow versi masa milenium :)



Lucu yaa... Sebenernya saya sudah sempat share video ini, di blog ini juga, beberapa tahun lalu. Tapi saya lupa di arsip yang mana, jadi sulit dibikin tautannya hehe...



Kalau yang ini versi Norah Jones. Maaf ya, saya gak dapet video yang lebih bagus :(

So, this is the lyric...

Somewhere Over The Rainbow

Ooo ooo ooo 
Ooo ooo ooo
Somewhere over the rainbow  

Way up high  
And the dreams that you dreamed of 
Once in a lullaby
 
Oh somewhere over the rainbow  

Bluebirds fly  
And the dreams that you dreamed of  
Dreams really do come true
 
Someday I'll wish upon a star 

Wake up where the clouds are far behind me  
Where trouble melts like lemon drops 
High above the chimney tops 
That's where you'll find me
 
Oh somewhere over the rainbow  

Bluebirds fly  
And the dreams that you dare to  
Oh why, oh why can't I?
 
Oh someday I'll wish upon a star  

Wake up where the clouds are far behind me 
Where trouble melts like lemon drops  
High above the chimney tops  
That's where you'll find me
 
Oh somewhere over the rainbow  

Way up high  
And the dreams that you dare to  
Why, oh why can't I, I?
Ooo ooo ooo  

Ooo ooo ooo  
Ooo, ah ah

Saturday, March 2, 2013

Django Unchained (2012): "The D is Silent"

Fiuuuh.... Selalu begitu setelah saya beres nonton Tarantino film. Entahlah, film Quentin Tarantino yang masih berbekas diingatan saya itu Inglourious Basterds, dan haduuuh... Ya capek ketawa, capek nutup mata. Kacau deh... Dan komentar saya saat itu hanya, sembarangan! hahaha...

Oke oke, Tarantino kembali merilis film terbarunya pada Desember 2012, meskipun baru diputar di Indonesia pada Februari 2013 ini. Mungkin karena proses impor dan sensornya sulit kali ya hehe...
Kali ini cerita yang diangkat tentang pemburu hadiah berkulit hitam di tanah kering Texas, Amerika Serikat. Django (Jamie Foxx) seorang budak kulit hitam yang kemudian dibeli oleh dokter gigi abal-abal asal Jerman, Dr. King Schultz (Christoph Waltz) yang ternyata adalah seorang pemburu hadiah. Dalam perjalanan mereka menjadi pemburu hadiah, Django bercerita bahwa dirinya akan mencari istrinya, Broomhilda von Schaft (Kerry Washington). Dr. Schultz menyanggupi membantu Django dalam mencari istrinya karena Ia telah banyak membantu Dr. Schultz dalam memburu para buronan.
Diketahui bahwa Broomhilda menjadi budak ditempat seorang tuan tanah, Calvin Candie (Leonardo DiCaprio). Lalu dimulailah taktik untuk menyelamatkan istri Django itu.

Seperti komentar awal saya, fiuuuh... Ceritanya sangat jauh dari melodrama. Sadis dan agak nyeleneh menurut saya, tapi itulah khasnya Quentin Tarantino. Tapi, meskipun nyeleneh, film ini berhasil memenangkan beberapa penghargaan untuk segi cerita, diantaranya piala Oscar untuk Best Writing, Screenplay Writen Directly for the Screen di Academy Award 2013 dan pemenang Original Screenplay di BAFTA 2013.
Cerita ini bersetting di Texas dan Missisipi sebelum perang saudara di Amerika. Ketika itu orang-orang kulit hitam masih dikonotasikan sebagai budak kaum kulit putih. Saya juga baru tahu kebiasaan pada masa itu menamai budak sesuai dengan majikan pertamanya. Seperti pada nama istri Django, Broomhilda von Schaft, itu adalah nama Jerman sesuai dengan majikan dimana Ia dibesarkan.
Untuk cinematografinya sendiri, kalau dilihat seperti sedang menonton film Chuck Norris jaman dulu, hahahaha... Sorry, cuma itu yang bisa saya gambarin.
Dan hmm... Nampaknya Tarantino sedang senang mengeksplorasi karakter orang Jerman, setelah film lalunya tentang pemburuan Hitler, kini tokoh penyelamat Django dari perbudakan juga orang Jerman.

Django: Django. D-J-A-N-G-O. The D is silent


note: saya sarankan film ini sangat tidak untuk anak-anak ya... karena saya saja nonton sambil ketar-ketir nutup mata. Antara sadis tapi kocak, gimana tuh ya...
***

Detail Film
Gendre: Action, Drama, Western
Durasi: 165 menit
Rate (MPAA): R
Bahasa: Inggris
Sutradara: Quentin Tarantino
Produser: Stacey Sher, Reginald Hudlin, Pilar Savone
Cerita dan Skenario: Quentin Tarantino
Pemeran: Jamie Foxx, Christoph Waltz, Leonardo DiCaprio, Kerry Washington, Samuel L. Jackson
Editor: Fred Raskin
Cinematografi: Robert Richardson
Musik: Elayna Boynton
Distributor: The Weinstein Company, Columbia Pictures