Wednesday, November 23, 2011

Good Place

Aku suka tempat ini. Banyak yang berlalulalang namun dalam tenang. Tetes air wudhu jatuh ke lantai cokelat. Membuat dingin lantai. Menjalar dari ujung tulang ekor sampai ke kepala. Meregangkan syaraf-syaraf otak yang panas dan kusut.

Aku lupa pertama kali bertemu dengan tempat ini. Lokasinya begitu memojok dari peradaban. Tapi aku masih bisa melihat peradaban dari sini. Menjadi diluar dari peradaban itu sendiri. Menjadi seperti hantu yang tersingkir dari kehidupan. Gak apa-apa. Sekali-kali aku menikmati terlempar dari pusat-pusat panas itu.

Ah, iya waktu itu. Pertama kali aku bertemu tempat ini. Dan selalu ketika aku buntu dam suatu hal. Kemudian aku pergi kesini, ke tempat yang dingin ini.

Mungkin karena banyak doa di tempat ini sehingga begitu dingin. Dan seperti aku sekarang ini yang terus memanjatkan doa. Sampai doa yang aku tidak bisa lafalkan sekalipun. Doa yang hanya hati dan Tuhan yang tau. Tuhan tau aku hampir menangis, dengan tekanan yang secuil ini. Tapi aku tetap terlalu ringkih untuk menjalaninya. Bahwa aku bukan apa-apa.

Aku cuma anak kecil yang mencoba besar. Tapi tak punya daya kuasa untuk menjamah keadaan. Semoga Tuhan mengerti dari kekacauan lafal doa ku. Karena aku sampai tak bisa melafalkannya lagi. Semoga Kau mengerti ya Tuhan...
Ridhoilah usahaku Ya Allah....

Saturday, October 15, 2011

Born This Way


It doesn't matter if you love him, or capital H-I-M
Just put your paws up
'Cause you were Born This Way, baby

My mama told me when I was young
We are all born superstars

She rolled my hair and put my lipstick on
In the glass of her boudoir

"There's nothin' wrong with lovin' who you are"
She said, "'Cause he made you perfect, babe"
"So hold your head up, girl and you you'll go far,
listen to me when I say"

I'm beautiful in my way,
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was Born This Way

Don't hide yourself in regret,
Just love yourself and you're set
I'm on the right track, baby
I was Born This Way

Ooo, there ain't no other way
Baby, I was Born This Way
Baby, I was Born This Way
Ooo, there ain't other way
Baby, I was Born-
I'm on the right track, baby
I was Born This Way

Don't be a drag, just be a queen
Don't be a drag, just be a queen
Don't be a drag, just be a queen
Don't be!

Give yourself prudence
And love your friends
Subway kid, rejoice your truth

In the religion of the insecure
I must be myself, respect my mouth

A different lover is not a sin
Believe capital H-I-M (Hey, Hey, Hey)
I love my life, I love this record and
Mi amore vole fe yah (Love needs faith)

I'm beautiful in my way,
'Cause God makes no mistakes
I'm on the right track, baby
I was Born This Way

Don't hide yourself in regret,
Just love yourself and you're set

Saturday, October 1, 2011

Hai

"hai.."
"hai.. iya kamu"
"kamu.. Siapa?"
"siapa kamu?"
Ditatapnya dalam, monitor komputer di warnet yang mengucilkan keberadaannya. Pengunjung silih berganti menempati box komputer disebelahnya. Ia masih menatap, agak berharap, sebuah pesan muncul dilayar yang monoton itu. Lampu tanda chat masih menyala dari orang diseberang sana. Seseorang yang Ia tunggu. Yang Ia ingin tau siapa dia. Namun Ia tetap diam. Menunggu, berharap, namun sambil menampar-nampar angannya agar segera sadar. Sampai lampu itu mati.
Ia mengakhiri penantian semunya. Bergegas ke kasir untuk membayar sewa internet yang Ia pakai. Lalu sesosok berdiri disebelahnya. Juga membayar sewa internet dikasir. Dia... Hai...
***

"hai.."
"hai.. iya kamu"
"kamu.. Siapa?"
"siapa kamu?"
Orang itu bejalan sendirian. Ia menatapnya. Andai Ia bisa, dipanggilnya nama orang itu. Andai Ia bisa. Namun kerongkongan terlalu kering untuk menggetarkan pita suara. Andai Ia berani, berdiri, menyapanya. Andai Ia berani. HAI...!!!!

Sunday, September 25, 2011

Mencari Madu

grahamstuartbroughton.741.com
Norah berjalan menyusuri hutan yang lebat. Sendirian. Ditemani cahaya bulan Ia mencari jalan. Bukan. Bukan jalan keluar. Ia mencari sesuatu. Untuk Ia bawa pulang ke rumah. Ibu telah menunggunya. Cukup lama. Ia harus membawa madu itu. Sampailah Ia pada pohon oak yang besar. Bau madu melambai-lambai di penciumannya. Dicarinya sarang lebah. Oh, tak ada. Batang pohon oak itu besar. Dipanjatnya perlahan. Ranting-rantingnya kokoh menahan pijakan Norah. Sampai satu pijakan, Norah menemukan lubang yang tidak terlalu besar paa batang oak. Ia pikir itu sarang tupai. Ketika Ia melongok ke dalam, bukan tupai yang Ia temui. Melainkan sesosok makhluk kecil berwarna biru langit yang memancarkan percik-percik sinar keperakan dari tubuhnya. Makhluk itu memakai pakaian yang terbuat dari anyaman ilalang. Dililitka pada tubuhnya yang mungil itu. Rambut peraknya terikat satu dan berantakan. Sepertinya Ia lelah sekali, pikir Norah.
"Halo" ujar Norah. Si mungil itu menggeliat. Mengkerdip-kerdipkan matanya mencari sumber suara. Betapa kagetnya dia ternyata sumber suara itu begitu besar. Si mungil terpojok ke sudut si dalam lubang oak. Norah pun sama kagetnya.
"kamu ini apa?" tanya Norah
"Kamu manusia? buat apa kamu tau aku?"  Mungil balik bertanya
"Aku hanya ingin tau. Itu saja" jawab Norah
"Aku... peri pembawa berita kemarau" ujar mungil agak ragu, dan kemudian menyesal mengatakan itu.
"sudahkan... Pergilah!" gertak mungil
"Ah, ya.." jawab Norah dengan sengiran. Norah pun turun dari pohon oak besar itu.
Madu? Sudahlah. Sudah malam.

Tuesday, August 23, 2011

(Buku) The Untold Stories

Tadi siang iseng gue ke toko buku. Sambil pilah pilih, di deretan buku baru ada buku biografi yang cukup tebal dan berat (berat disini dalam artian sebenarnya, lumayan bikin tangan pegel tuh buku). Hmm… another biography of Soeharto. Judulnya, Pak Harto: The Untold Stories. Harganya bisa dibilang mahal untuk yang “hanya” ingin sekedar tau tentang mantan Presiden ini (sebenernya gak etis ya pake “mantan”, tapi gue kekurangan kosakata nih), 300ribu bow…

Dan komentar gue, sekilas tentang buku ini. Hmm… cukup membuat penasaran kalo harganya gak semantap itu. Dan, yah, bapak yang satu ini memang misterius. Ibaratnya penuh dengan kamuflase senyum. Senyum misterius terselubung berbagai makna. Senyum seorang The Godfather


Image Source: rumahmimpi.net

Thursday, July 14, 2011

Inspirasi

Aku mau cerita. Sekedar buat sharing aja. Yah, ini sih itungannya tulisan iseng. gak serius-serius amat.

Jadi begini ya cara kerja otak aku dalam menilai usaha, effort. Awal aku sangat menghargai usaha ketika aku tes Universitas negeri yang oke banget ituloh, hehe... UI maksudnya. Tapi gak pernah masuk. Kacau deh. Kayaknya hancur rencana aku. Oke. Aku kemudian membangun harapan. Mungkin aku memang tidak punya cukup keberuntungan tapi aku masih punya banyak tenaga untuk berusaha. Usahalah aku disitu. Ikut bimbel lah, tambahan di sekolah, dan berdoa yang banyak. Loh manusia bolehkan berusaha. Berusaha artinya punya optimisme. Aku tau realitasnya, aku sulit masuk di Universitas itu. Tapi aku punya kepercayaan, sedikit, bisa masuk. Tapi nasib ternyata membawaku ke jalur yang lain. Oke. Aku ikuti maunya nasib. Tapi nasib hanya memberikan pilihan bukan eksekusinya. Kita tetap harus memilih. Nah, soal ini nanti kita bicarakan lagi, kalo aku gak lupa ya hehehe

Ya itu hasil ya. Tapi ternyata ketika aku berpikir, dari dulu memang aku kerjaannya disuruh usaha mulu, hehehe.... Jadi, ya agak gak anehlah aku kadang suka agak maksa tentang sesuatu karena dalam alam pikir aku, hasil akan sebanding dengan usaha. Meskipun hasilnya tidak selalu yang kita rencanakan. Dulu ya, waktu aku SD. Masuk SD itu aku belom bisa baca dan tulis. Aku gak TK. Baru pulang dari Jepang. Otomatis gagap bahasa Indonesia. Mamah aku maen nyemplungin aku di SD negeri itu. Hoooahhh.... nangis mulu aku kerjaannya dikelas. Maunya keluar kelas mulu. Mamah sih ada nemenin aku yang masih kelas 1 SD itu, tapi gak ikut nongol-nongol kayak ibu-ibu yang lain di jendela kelas. Aku sering panik itu. Tapi lama-lama mulai tenang di kelas. Jadi aku mulai belajar yang namanya adaptasi di lingkungan yang cukup ekstreem itu.

Waktu kelas satu itu, aku nulisnya lamaaaaaa banget. Kalau nulis soal pr dipapan tulis, sampe keringetan, sampe bel pulang bunyi, sampe gurunya bete kali nunggu, sampe tukang sapu kelas nge-skip kelas aku sementara. Tapi aku seneng dan gak peduli. Ibu-ibu lain udah pada gak sabar dengan anaknya masing-masing yang punya masalah sama denganku. Mereka nyerobot masuk kelas, nulisin pr anak-anaknya. Lalu mamah, nunggu diluar. Paling sesekali ngecek kedalem kelas aku udah kelar atau belum. Kalau belum, dia membiarkan aku melanjutkannya, tenang, ditungguin kok, pasti ngomong gitu. Aku yang ngerasa ada backingan, cukup tenang karena melihat anak-anak lain yang udah selesai duluan dengan tulisan tangan yang berbeda.

Setelah selesai nulis. Hoaaah!! senengnya. Itu mungkin pencapaian pertama aku di SD. Dengan usaha yang maksimal, to the max banget. Hasilnya, aku yang blah bloh ini diawal caturwulan, yah cukuplah dengan rangking 10. Bisa baca tanpa ngeja, oiya, waktu itu aku gak suka baca pake ngeja, soalnya kalo lagi baca buku cerita, mamah suka males bacain jadi mending baca sendiri. Nah, kalo sambil ngeja gak asik. Berisik. Ceritanya jadi gak spektakuler. Jadi gini, misal tulisannya IBU BUDI, bacanya gini "iii...buuu.. Buuu.. diii" pelan-pelan. Bukan gini "I. Be U Bu. Ibu. Be U. Bu. De I Di. Budi" aaah berisik itu, gak sabar aku hahaha...

Lalu aku ini punya turunan asma. Nah, mamah aku itu gak mau aku nantinya jadi tergantung sama inhaler. Makanya aku di les in berenang. Astaga, itu les renang aja bercucuran airmata aku. Saking susahnya menaklukan air. Ngapung di air aja susah banget deh. Terus mamah melow-melow? nooo waaay.... Di cuekinlah. Meskipun kalo renang tetep di temenin sih. Anak bocah belajar renang itu usahanyaaaaa...... Sampe hasilnya sekarang aku kalo udah ketemu kolam renang, bawaannya pengen nyebur mulu. Enak badan enteng hihihi....

Nah ini dia usaha tiada akhir ini mah hahaha.... Jadi aku memang agak lemah sama matematika dan segala hitung-hitungan. wuuw... mmm, dan itu terbukti di SMA aku masuk IPS karena kalah di Fisika. Kacau balau deh. Akhirnya dimasukin lah ke suatu tempat les. Kumon, tau kan. Awalnya asik. Lama-lama jenuh. Lama-lama muak. hahaha.... Ya siapa yang gak bete 7 tahun loh lesnya. Dari kelas 5 SD sampe lulus SMA. Hebring pisan lah. Itu ya di kelas lesnya, aku sampe kenal sama pembantunya pembimbing aku, sampe merasakan gonta-ganti asisten pembimbing, gonta-ganti ruangan, gonta-ganti cat ruang, gonta-ganti murid, hadeeeh.... Dan itu berlangsung penuh pertikaian dengan mamah. Aku sempet mau keluar, dan gak boleh sama mamah. Katanya gak ada yang ngajarin aku matematika, mamah sama ayah juga dari FISIP soalnya, sama-sama gak mudeng matematika. Then, I was finishing the program, yiihaa!!. Finally!! Itu usahanya luar biasa deh bener. Mantep. Tapi aku seneng. Bukan dari segi matematikanya, tapi dari mental aku. Aku jadi lebih cenderung berusaha untuk beradaptasi dulu dengan lingkungan yang tidak nyaman, dan yaaah lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukanlah. Gak muluk-muluk. Tapi percaya kalo didalam kondisi yang tidak enak ini ada ujungnya, siapa tau cukup terang kan. :)

Jadi, semangat aja ya you you guys!!! Temukan inspirasi mu

Saturday, July 9, 2011

Terracota Army

Terracotta Army (encyclopedia-gue.blogspot.com)
Terakota merupakan pahatan yang terbuat dari tanah liat. Pasukan Terakota dalam hal ini merupakan sepasukan patung-patung yang dipercaya menjaga makam kaisar Qin Shi Huang atau Qin Huang Di sebagai kaisar pertama pada dinasti Qin. Dinasti besar yang membangun Tembok Besar Cina.

Qin Shi Huang dikenal sebagi kaisar bertangan besi yang menaklukan 6 negara dan membangun Tembok Besar Cina sebagai pertahanan wilayahnya. Ia juga pemuja keabadian, sehingga sampai pada akhir hayatnya Ia tetap ingin menjadi penguasa di alam baka, maka dibangunlah Pasukan Terakota sebagai tentara yang menjaga makamnya.

trekearth.com
Tentara Terakota pertama kali ditemukan pada 1974 oleh beberapa petani setempat di dekat Xi'an, Provinsi Shaanxi. Jumlah patung-patung itu diperkirakan lebih dari 8.000 prajurit, 130 kereta dengan 520 kuda dan 150 kuda kavaleri, yang sebagian besar masih terkubur di banyak lubang. Para arkeolog percaya bahwa ada banyak lubang yang masih menunggu untuk ditemukan.
Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/history/2038526-terracotta-army-kisah-misterius-pasukan/#ixzz1RgW2Pwts
Ukuran patung seukuran dengan aslinya (vogueweddingdress.com)  


Mini Note: Banyak makam-makam yang dikisahkan mempunyai "penjaga" si-empu-nya. Salah satunya makam Pharaoh pada cerita-cerita Mesir Kuno.
Nanti saya ceritain kalo udah dapet kisah menariknya okee..