Sunday, May 22, 2011

Kutipan Komik

Diambil dari komik One Piece Vol. 57
"Dia menjadi seperti itu bukan karena suatu kekuatan ataupun sebuah jurus…
melainkan karena dia mampu membuat orang-orang disekitarnya satu per satu menjadi teman.
Di lautan ini. Dia adalah orang yang memiliki kekuatan paling menakutkan!!"
Juraquille Mihawk
Kutipan ini diucapkan oleh Juraquille Mihawk ketika melihat serangan Luffy yang bertubi-tubi saat ingin menyelamatkan Ace dari eksekusi. Kalau mengikuti komik ini pasti tau siapa tokoh ini. Dia adalah salah satu Shicibukai dan juga musuh bebuyutan Roronoa Zoro.

Sedikit cerita pada volume ini Ace, salah satu bajak laut kawakan dan juga kakak angkat Luffy berhasil ditangkap oleh Angkatan Laut dan siap untuk di eksekusi. Namun hal ini justru menimbulkan pemberontakan dari pihak para Bajak Laut. Mereka berbondong-bondong datang untuk menyelamatkan Ace.

Dari sini kemudian dicertiakan betapa kuatnya para Bajak Laut tersebut dengan berbagai kekuatan mereka. Sampai-sampai aku yang baca juga kemudian sulit menyimpulkan bahwa siapa yang paling kuat. Malah Luffy sendiri yang notabene adalah tokoh utama dari cerita ini kalah canggih kekuatannya dibanding dengan Bajak Laut lainnya.

Namun aku sadar dari kutipan Mihawk tadi bahwa yang terkuat bukanlah yang memiliki keahlian dan kekuatan paling spektakuler, tapi yang paling bisa untuk mengontrol berbagai kekuatan tersebut menjadi satu.

Yah, itulah...

Friday, May 20, 2011

Kisah Bergantinya Musim

Ehem.. ehem... Dongeng ini bersal dari kisah-kisah Yunani Kuno. Sebenarnya ada beberapa versi tapi yang aku ambil versi yang ini aja ya. Yang lebih mudah disimak dan tidak terlalu jauh skandalnya.



Dahulu kala, di Yunani Kuno musim tidak pernah berganti. Daerah itu selalu dihiasi oleh rerumputan hijau dan mekaran bunga atau ladang yang selalu menghasilkan jagung-jagung yang siap untuk dipanen. Semua itu karena Sang Dewi Kesuburan, Demeter yang anggun dan lembut selalu memberikan berkahnya pada masyarakat Yunani Kuno kala itu. Demeter adalah istri dari Zeus, Sang penguasa langit dan juga ketua dari para dewa-dewa. Demeter memiliki seorang anak yang cantik bernama Persephone.

Pada suatu hari Persephone bermain di padang bunga bersama para dayang-dayangnya. Mereka bermain dengan gembira di bawah langit yang cerah. Persephone senang melihat bunga-bunga, namun tiba-tiba Ia tertarik pada sekuntum bunga yang mekar diantara yang lainnya. Baginya bunga tersebut sangat indah sehingga begitu menarik bagi dirinya. Bunga tersebut adalah bunga narcissus (semacam bunga bakung) yang ternyata adalah bunga yang munculkan oleh Hades, Dewa Dunia Bawah Tanah dan juga penguasa kegelapan yang tertarik pada Persephone.

Persephone mendekati bunga itu dan memperhatikannya. Namun karena begitu terpesona dengan bunga itu akhirnya Persephone memutuskan untuk memetiknya dan dibawa pulang. Tiba-tiba saja ketika baru saja Ia petik bunga jebakan itu, tanah bergetar dan terbelah. Muncullah Hades dengan kereta kudanya yang bernafas api dihadapan Persephone. Belum sempat Persephone berteriak meminta tolong, Hades telah menyekap dan membawanya ke kerajaan di Dunia Bawah Tanah. Para dayang yang menemani Persephone tersadarkan bahwa mereka telah kehilangan putrinya dan melaporkannya pada Demeter.

Demeter sangat kaget, sedih, dan marah. Ia bertanya pada para dayangnya siapa yang menculik putrinya, namun tidak ada yang tau karena mereka benar-benar tidak sadar saat kejadian itu berlangsung. Demeter mencari kesana-kemari. Ia bertanya pada Hermes, Sang Pengirim Pesan yang selalu bolak-balik dari satu dewa ke dewa lainnya. Namun Hermes tak tau siapa yang menculik Persephone. Demeter sangat gundah anak kesayangannya menghilang. Karena perasaan Demeter yang berubah dingin kemudian bumi Yunani pun ikut bersedih. Ladang tak lagi menghasilkan makanan yang biasanya melimpah. Pohon-pohon menggugurkan daun-daunnya yang telah berubah kering.

Ketika suasana berubah menjadi begitu kelam datanglah seorang tua kepada Demeter. Ia menyarankan tanyalah pada Apollo, Dewa Matahari yang pasti kala itu sedang bekerja menyinari bumi. Mendengar hal itu bergegaslah Demeter menemui Apollo. Sang Dewa Matahari itu kemudian menceritakan kejadian yang menimpa Persephone. Betapa marahnya Demeter ketika Ia mengetahui bahwa Hades adalah sumber dari masalah ini. Ia segera mengirimkan pesan Iris (seperti pelangi) kepada Zeus agar mengizinkannya pergi menuju Dunia Bawah Tanah dimana kerajaan Hades berada.

Setelah mendapat izin, Demeter bergegas menyelamatkan anak perempuan satu-satunya itu dari genggaman Dewa Bawah Tanah. Mengetahui bahwa Demeter datang ke kerajaannya, Hades tak serta merta memberikan Persephone kembali pada Ibunya. Sebelum Persephone dikembalikan Ia memberikan syarat bahwa Persephone harus memakan sebuah buah. Karena sangat ingin bertemu Ibunya Persephone pun memakan buah tersebut. Demeter pun tiba di kerajaan Hades. Dengan tenang Hades mengembalikan Persephone. Karena Ia tau bahwa jika tidak mengembalikan Persephone itu sama saja Ia mengumumkan perang pada Demeter dan Zeus. Namun ketika Demeter dan Persephone hampir sampai di permukaan bumi, mereka tertahan. Ternyata buah yang dimakan Persephone lah yang membuatnya tidak bisa pergi meninggalkan Dunia Bawah Tanah. Persephone menangis karena tidak dapat pulang kembali bersama Ibunya. Demeter pun kecewa, Ia kembali menemui Hades yang sedang senang itu.

Akhirnya mereka berdua membuat sebuah kesepakatan. Setiap enam bulan Persephone tinggal bersama Demeter dan pada eman bulan berikutnya Ia kembali ke kerajaan Hades. Meskipun sedih dengan kesepakan itu Demeter pun menyetujuinya. Sejak saat itu musim di Yunani berubah. Pohon tumbuh subur dan ladang menghasilkan banyak bahan makanan pada musim semi dan panas seiring dengan kepulangan Persephone ke rumahnya bersama Demeter. Namun semua berubah di musim gugur dan dingin ketika Persephone kembali ke Dunia Bawah Tanah karena Demeter kembali dirundung kesedihan.


Sumber gambar: comicbookmovie.com

Thursday, May 19, 2011

Medley (02)

(02/05/2011)
Kalau dia mau tau atau mungkin dia tak mau tau dan tak peduli
Aku punya kepentingan
Dan antara perasaan dan etika
Dan kau memberikan sesuatu
Yang secara tak sadar ataupun sadar aku sesali
Yang membekas
Dalam


(18/05/2011)
Perasaan masih saja senang mengacau
Aku mau ke utara
Ia melarikan diri ke selatan
Aku berjalan ke gunung
Ia tenggelam di samudera
Sistem navigasi kacau
Aku kalap
Terdampar di kesunyian

Sunday, May 1, 2011

Doa Diantara Hujan

Hujan bagi orang Cina adalah berkah
Hujan bagi umat Islam adalah anugrah
Semoga siapapun yang masih mampu berjuang diantara dekapan hujan malam ini
mendapatkan berkah dan anugrah dari Sang Pembuat Hujan

Sunday, April 10, 2011

(untitled)

Aku suka mendengarkan lantunan harmonika
Suaranya kasar, tragis, tapi nyata
Mendobrak melodi-melodi halus yang maya
Dan menjadi semacam solois orkestra
Menyendiri
Tapi sambutan alam begitu meriah
Keliarannya hanyut
...

Monday, March 28, 2011

Melankolis

Mellow bukan bersedih
Hanya menikmati gurauan waktu secara akustik
Waktu yang mewah
Merentang makna disela-sela hari
Bahwa nada menciptakan harmoni di rasa-rasa realita
Dan aku
Menatap
Sambil menikmati perlambatan waktu secara semu
Biarlah
Sementara ini biarkan kedamaian simfoni tak terkejar waktu
Bersama senandung
Nikmatilah...

Sunday, March 6, 2011

Are We Human or Are We Dancer

Ada hal-hal yang menurut saya menarik tapi tidak sampai pada tulisan di blog ini. Yah begitulah...

Hal yang ingin saya ceritakan ini mungkin sudah berlalu berbulan-bulan lewat. Pada mata kuliah Filsafat (filsafat tentang apa saja), mata saya ini pasti terasa berat dan semakin berat. Apalagi pada semester ini Filsafat IPS berada dijejeran kuliah pagi yang selalu membuat saya memaksakan mata ini untuk mau berkompromi sebentar. Namun begitu, kuping saya bukan berarti juga ikut tidur. Karena mata tak kuat maka pendengaran saya kerahkan lebih besa. Sehingga jika ada hal-hal menarik saya akan segera tersentak dan antusias kembali untuk beberapa saat.

Nah... entah dimulai pada pembicaraan apa dosen saya berbicara mengenai kehidupan manusia. Bahwa "manusia adalah penari... Penari topeng di panggung kehidupan". Lantas pikiran saya dengan cepat membentuk seperti link yang ada di sistem internet ke sebuah lagu yang sudah lama saya tau tetapi mungkin baru sekarang saya tau makna nya.

...Are we human or are we dancer... (The Killer-Human)