Tuesday, May 26, 2009

Tertawa. Ha..Ha..Ha..


Kamu tau.
Dunia ini penuh ironi.
Kadang kita terpaksa tertawa satir agar terlihat bahagia.
Orang-orang tua itu tetap mengejar harta untuk tetap terlihat tegar.
Anak-anak yang sedang memilih hidup.
Dan orang-orang yang mempertahankan kebahagiaan.
Karena dunia ini semakin sempit.
Semakin menyesakan batin-batin yang punya hati (bahkan yang tak punya).

Sambil menatap hijaunya upacara Harkitnas. Di depanku berjajar tapak-tapak batu putih. Menuju tempat paling tenang di sekolah.


20 Mei 2009
Blok M, Jakarta

Sumber Gambar: http://penulismimpi.blog.friendster.com/

Wednesday, May 13, 2009

Indonesia


mmm... Tadinya mau dikasih judul The Uniqly Indonesian tapi itu slogan wisatanya Singapura jadi gak jadi dipake.

1) WOC adalah konfrensi laut dunia yang baru-baru ini diadakan untuk pertama kalinya di Manado, Sulawesi Utara. Konfrensi yang membicarakan tentang perlindungan terhadap laut dunia yang pusatkan pada Segitiga Karang (Coral Triangel) yang meliputi Indonesia, Malaysia, Philpina, Papua New Gunea, Kepulauan Salomon dan Timor Leste.

Beritanya:
Coral triangle (CT) atau segitiga terumbu karang dunia yang dipetakan mencakup Negara Indonesia, Malaysia, Philpina, Papua New Gunea, Kepulauan Salomon dan Timor Leste dengan luas terumbu karang 75 ribu kilometer persegi. Indonesia sendiri memiliki luas terumbu karang sekitar 51 ribu kilometer persegi yang menyumbang lebih dari 21persen luas terumbu karang dunia yang tentunya menyimpan potensi laut terbesar di dunia.Kawasan Coral Triangle juga dikenal sebagai "Amazone of the Sea", dan merupakan pusat keanekaraman dan kelimpahan kehidupan laut di planet bumi. Pada kawasan ini ditemukan lebih enam ratus jenis karang (lebih dari 75 persen jenis karang yang dikenal) serta memiliki 3 ribu jenis ikan. Kawasan ini juga menjadi bentangan hutan mangrove terluas di duniaSegitiga terumbu karang dunia, yang sebagian besar ada di wilayah Indonesia tersebut menjadi pusat perkembangbiakan dan pertumbuhan ikan tuna, paus, kerang-kerangan serta penyu dan organsme laut lainnya yang memberi manfaat bagi hampir seluruh Negara di dunia. (http://www.tribun-timur.com/)

Dan Indonesia dengan senang hati menjadi tuan rumah 'konfrensi untuk laut' pertama ini karena lokasi pelestarian laut dan karang ada di dalamnya, di Manado, Bunaken.

2) Di Venesia transportasi umumnya menggunakan perahu karena sebagian besar wilayah tersebut adalah air. Seperti Venesia, laut dan Indonesia adalah satu kesatuan yang kemudian muncullah mozaik (cieelah, bahasanya Andrea Hirata nih... hoho) kehidupan. Tidak terlihat kalau hanya di kota besar seperti Jakarta. Datanglah ke daerah-daerah luar pulau Jawa. Di Kalimantan laut benar-benar di jadikan sumber penghidupan. Bukan hanya sebagai jalur transportasi tapi juga wilayah dagang seperti di Balikpapan yang selalu meramaikan pagi dengan Pasar Terapungnya.

3) Pernah berfikir kalau jarang-jarang ada satu negara yang benar-benar berkedaulatan penuh terdiri dari pulau-pulau. Yap. Di Indonesia sangat sulit jika ingin jalan-jalan keluar Jawa. Selain transportasi, biaya juga menjadi kendala. Kalau tidak menggunakan transprtasi udara ya lewat laut. Bahkan kadang untuk memasuki suatu desa terpencil harus menggunakan pesawat lokal yang penumpang didalamnya harus banyak-banyak baca doa. Tapi disitulah letak adventurenya. Jarang-jarangkan ada paket wisata yang menawarkan Feel Of Adventure.

4) Tapi sayangnya Saya belum menemukan letak keunikan demografi (kependudukan) yang ada gregetnya untuk ditulis disini.

5) Lihat peta dunia. Tak sulit menemukan Indonesia didalamnya. Negara yang berbentuk memanjang sehingga menghabiskan seperempat khatulistiwa. Berada diantara Asia dan Australia. Jadi sebenarnya Indonesia adalah wilayah peralihan dunia barat dan dunia timur.

6) Faktanya lebih jauh terbang ke Papua daripada nyebrang ke Malaysia dan Singapura.

Kelilingi Indonesia. Karena banyak hal-hal kecil mungil yang kadang justru menjadi alasan mengapa Saya percaya Indonesia itu unik.

Sunday, May 10, 2009

Resensi: Janda Kembang

Sudah lama gak nonoton film Indonesia. Kemarin baru lagi nonton film Indonesia. Janda Kembang, itu pun karena ada embel-embel 'Hanung Bramantyo Production' jadi yaa bisa dijadikan suatu jaminan dari harga tiket yang lumayan menguras kantong pelajar, 25 ribu.

Selasih (Luna Maya) atau nantinya akan lebih dikenal dengan nama Asih, seorang wanita kota yang datang ke sebuah kampung untuk menghadiri pesta pernikahan sahabatnya. Sebenarnya tujuannya datang ke kampung itu Ia ingin menghindarkan diri dari permasalahan pelik yang melibatkan suaminya. Namun karena kecantikannya Ia di kontrak untuk menjadi penyanyi organ tunggal milik Dodi Rama (Ringgo Agus Rahman). Hal ini menyebabkan penyanyi asli yang tidak lain tidak bukan adalah istri dodirama sendiri, Yuli (Sarah Sechan) cemburu. Maka dimulailah skandal para ibu-ibu kampung untuk menjatuhkan nama baik Asih.

Latar tataran sunda jelas tergambar di film ini. Gaya Yuli yang suka ngomongin orang secara blak-blakan yang cenderung berlebihan. Acara kumpul-kumpul ibu-ibu. dan sebaginya (jadi inget kalau lagi mudik ke Garut).
Kisah dua anak laki-laki yang sedang puber, Raja (Rifat Sungkar) anak calon Kades dan Fadli (Esa Sigit) yang sangat terpukau dengan kecantikan Asih juga cukup menyegarkan suasana.

Tokoh Asih yang tak pernah bicara sepanjang film berlangsung memberikan keunikan tersendiri. Ia hanya bicara melalui nyanyian atau expresi (meskipun masih harus di greget lagi). Jadi kalau mau dibilang ini film semimusikal bisa saja. Yang jelas film ini bukan film komedi seperti yang sudah-sudah yang hanya mengandalkan gaya slapstik atau kebohaian wanita-wanita didalamnya yang justru membuat terlihat kampungan.


Genre: Drama Komedi
Produksi: Starvision
Sutradara: Lakonde
Penulis: Hilman Mutasi, Away Martianto
Pemain: Luna Maya, Sarah Sechan, Ringgo Agus Rahman, Rifat Sungkar, Esa Sigit, Edric Tjandra, Joe P. Project, Joshua Pandelaki

Thursday, April 30, 2009

Penyayi Kecil di Britains Got Talent


Gadis kecil berumur 6 tahun ini bernama Connie Talbot. Suara melengkingnya ini menjadikannya salah satu finalis Britains Got Talent, ajang pencarian bakat se Inggris Raya.

Simon Cowell, juri American Idol yang akhirnya memutuskan untuk pindah ke Britains Got Talent (tapi untuk jelasnya cari beritanya sendiri...) ini pun tak bisa menyangkal kecanggihan suara bocah ini.

Ketika bibirnya mulai memainkan nada sehingga gigi ompongnya terlihat terciptalah lengkingan-lengkingan sopran dari Connie Talbot.

Sunday, April 26, 2009

Giring dan Laskar Pelangi


Malam lalu. Rumah cuma terisi tiga orang manusia yang berada diawang-awang sepi. Aku, Ichi, dan Tante Eni (mamah lagi ke Padang). Semuanya berkumpul di ruang tengah sambil menikmati malam panjang libur. Sambil menghibur diri karena sebentar lagi libur selesai Aku berpikir ingin menonton Ajang Musik Indonesia malam itu.

"Pemenang kategori lagu pop terbaik adalah..." jeng..jeng..jeng
"Nidji! Lagu: laskar pelangi" Teriak si pembaca nominasi. Haaaa, menang..menang.. Namun. 1 menit. 2 menit. 5 menit. tak ada yang muncul untuk mengambil piala. Dua pembaca nominasi sudah mati gaya, namun tak ada yang muncul.

hhhh. tapi akhirnya, ada yang terengah-engah berlari dari ujung panggung. Dengan model rambut barunya Ia tersenyum sumringah. Ah Giring! Ia sendiri tanpa kawan-kawannya. Sudah lama aku tak melihatnya tampil dilayar kaca. Namun sayang sekali untuk ajang penganugrahan sebergengsi AMI award ini, Nidji tidak tampil. Padahal menurutku seharusnya mereka bisa tampil dengan performanya yang selalu, entahlah, selalu menarik untukku. Tapi sebenar dengan sebenar benarnya bukan itu sih yang aku maksud. Jika mereka tampil aku sering berharap mereka menyanyikan soundtrack Laskar Pelangi itu. hehehe...

"haaah... Alhamdullilah. Terimakasih untuk(...............), mba' Mira Lesmana yang sudah mempercayakan kami untuk membuat soudtrack ini, Mas Andrea Hirata untuk buku yang telah mengubah cara pandang hidup saya, dan mamah!" kata Giring di mimbar itu yang masih terengah-engah.
"yang memberikan buku ini pada saya. (......................) thank's" katanya lalau mengangkat piala itu tinggi-tinggi.

Ah, Giring! ucapannya selalu punya makna. mungkin karena itu Mira Lesmana berani memercayakan soundtrack film ambisius ini padanya, dan karena itu pula Ia bisa jadi 'pak Haji' lebih cepat dari orang-orang seusianya.

Apa ya. mmmm.... waaaaaaaaaahhhh!!! jadi pingin nangis... Mamah....... Laskar Pelangi ya. itu novel sastra 'beneran' pertama yang aku baca. Cerita yang bikin aku optimis sama pilihan jurusan IPS aku. Cerita yang bikin aku punya ambisi untuk suatu pembuktian pada dunia, pada hidup, pada orang-orang. Bahwa ada jalan gaib, yang tidak terlihat, yang tidak akan terduga, yang tidak bisa dirincikan menuju sesuatu yang kita atau aku mau, aku impikan, dan aku percaya bisa membuat bahagia. Satu hal, aku percaya aku punya jalan itu.
Huah...
Sawangan, 26 April 2009
9:28 pm

Tuesday, April 21, 2009

Kursi Hujan

Aku... Dan semua yang terluka karena kita..
(peterpan-mimpi yang sempurna)

Hujan baru saja berhenti mengguyur di sore itu. Hingga panas tanah menguap kepermukaan. Seperti uapan Gia yang berhenti di tengah ketika Ia menyadari indahnya lembayung sore diujung lapangan.
Gia duduk di kursi kayu yang sangat nyaman. Kursi yang dibeli dengan harga miring di toko mebel bekas. Gia mulai menaikan kakinya ke atas kursi. Suara anak-anak riuh, seriuh peluh yang bercucuran sebagai efek kejaran mereka pada bola itu dan nantinya akan menciptakan bau yang sangat semerbak ketika mereka mulai menjelajahi warung kecil dipojok sana. Gia menghela nafas. Udaranya segar tapi hangat. Segerombolan anak gadis bercuap cuap tentang berbagai hal di depan rumah Gia. Dulu ketika Gia masih duduk di bangku SMP gadis-gadis itu cuma bocah yang sibuk melompat, meliuk liukan kaki di karet yang membentang. Sekarang, pikir Gia, omongan mereka mulai terarah pada objek hitam, ya, mereka segerombolan ibu-ibu junior.

Sesungguhnya Gia bersyukur hari ini Ia tidak kemana-mana. Terlalu lama berkegiatan pada hari libur malah sering membuat emosi Gia menanjak cepat, drastis. Seperti pulse censor yang tiba-tiba menggambarkan grafik naik hanya dalam hitungan detik. Benar. Benar-benar Gia sangat dongkol jika rencananya tidak berjalan lancar. Dan kota metropolitan ini sangat bersemangat untuk merusak rencana Gia. Macet disana-sini. Bis yang ngetem sembarangan. Mungkin kalau mau meneliti tentang tingkat kesabaran datanglah ke Jakarta, karena disini banyak orang-orang sabar atau lebih tepatnya orang-orang yang dipaksa untuk lebih sabar, kalau kata guru sosiologi Gia, Enkulturasi.

Hmm. Jujur saja, segala kedongkolan Gia bermula pada omongan temannya yang dianggap Gia menyepelekan sesuatu yang...hmm sensitif.

"iya, kata pak XXX, biasanya orang sukses itu anak ipa yang masuk jurusan ips pas kuliahnya," kata orang yang membuat Gia dongkol itu.

"masa sih?" tanya Gia

"iya, soalnya anak ipa itu sistematis, jadi kalau berfikir sesuai urutan kan kalo ips sesuai cerita," kata si orang itu lagi.

"gak juga ah," ah, Gia mulai berucap separuh-separuh, bibirnya mulai terkatup rapat, sorot matanya mulai mendingin. Tapi Ia hanya diam. Gia sadar Ia tak pandai berdebat.

Dalam hati Gia, "bodoh... tapi si pengambil keputusan ada di sini, gw anak ips. Tanpa proses berfikir yang terlalu lama tanpa sistematika yang rumit. Kalau daritadi gw gak mulai nyusun artikel, beli pilox, ba..bi..bu.. nempel-nempelin artikel, gak selesai nih tugas mading. kelar kan sekarang urusannya, gak kesorean kan lu pulangnya." Gia membatin lirih.

Hmm... bersosialisasi itu melelahkan. Tapi dari sosialisasi kita tahu masih banyak hal yang perlu dibuktikan, setidaknya bagi Gia.


Sawangan, 21 April 2009
10:09 pm
Note: Hari Kartini. Untuk semua perempuan yang bisa membuktikan diri. Karena perempuan itu lebih berharga ketika mereka punya prinsip.

Saturday, April 18, 2009

Made In Japan

Doraemon. Samurai X. Detective Conan. One Piece. Semua itu komik-komik produk Jepang yang menyisakan penggemar di Indonesia. Ya, termasuk Aku ini. Gara-gara tadi ngikutin kuis 'favorite Cartoon' di Facebook, aku jadi keinget dulu.

Dulu. Antara jam 3 sampai jam 5-an aku dan adikku udah manteng di depan TV untuk menyaksikan kartun yang akan tayang. Salah satunya Samurai X yang waktu itu di tayangkan dari hari senin sampai Jumat. Kisah yang berlatar Jepang pada zaman Meiji (pembaharuan. Dimana banyak pemberontak yang memberontak untuk menggulingkan rezim sebelumnya) membuat salah seorang pemberontak, Kenshi Himura, yang lebih dikenal sebagai Battosai si pembantai untuk merubah hidupnya menjadi lebih baik.

Kisah Doraemon yang klasik. Nobita yang lemah selalu dikejar-kejar Takeshi Goda atau yang lebih dikenal dengan sebutan Giant yang si suatu saat bisa berteman dengan sangat baik.

Atau cerita yang berlatar belakang Bajak Laut, One Piece, dan kisah kucing-kucingan antara Detective SMU Shinichi Kudo dengan Organisasi Jubah Hitam yang mengecilkan tubuhnya sehingga ia terpaksa merubah namanya menjadi Conan Edogawa yang sampai sekarang masih aku tunggu dan baca komiknya karena di tv sudah tidak tayang lagi.

Karakter tiap tokoh yang saklek membuat komik 'made in' Jepang ini mempunyai penggemar tersendiri. Selain itu pembangunan situasi dari latar yang ada kadang membuat kisah-kisah ini seperti nyata. Detective Conan misalnya, Dia adalah seorang detektif maka ada kehidupan detektif yang muncul disitu seperti pergaulannya dengan para polisi yang memunculkan sisi lain dari kehidupan Polisi. Lalu dalam komik One Piece, ada karakter bajak laut yang nyata meskipun namanya agak diubah.

Satu hal. Setiap cerita selalu menggambarkan rasa optimis dan semangat meskipun cara penyampaiannya berbeda.

Ya, itulah mereka. Abis ini Aku mau makan siang dulu terus mau baca komik Detective Conan yang baru di beli. Sayangnya One Piece belum terbit karena keterbatasan prosedurnya yang puanjaaaang, paling baru terbit dua tiga bulan lagi.