ekhmm...
Dengan nekatnya dari selasa kemaren aku gak masuk. Padahal aku tau minggu depan ada ulangan blok-2 udah nyegat. Tapi berhubung masuknya siang jadi aku makin males masuk sekolah, walaupun itu sebenernya gak boleh di jadiin alasan.
Kalau mau berfilosofi sedikit, aku sering berfikir masuk jam setengah duabelas dan pulang jam setengah empat menjadi gak efisien untuk belajar di sekolah yang sekarang ini telah terbiasa dengan 9 jam belajar. Kalau ada yang mau bilang ini 'pembenaran', monggooo...
ekhmm...
mulai liburan dengan jalan-jalan naik transjakarta (bukan bus way--jalan bus--yaa) ada oke nya juga. Selain bisa sambil olahraga dengan aktivitas pindah shelter sampai beberapa kali, aku bisa menikmati indahnya sore di Jakarta. rrr... Ada gak tuh orang Jakarta yang bisa menikmati kotanya 'cari uang'. Mungkin ada.. Ya kalau bukan orang-orang pendatang atau pengangguran kayak aku hari ini.
hmm...
Maap ya Pak, Bu.. Jum'at aku masuk kok.. : ) : ) : )
Wednesday, March 25, 2009
Sunday, March 22, 2009
Penikmat Gelap
Gia bingung apa yang mau Ia tulis. Darimana Ia harus mulai dan bagaimana endingnya nanti. Ending? Itu bukan bahasa Indonesia. Agak menyesal Ia memakai kata tersebut. Tapi tak ada kata yang lebih anggun dari kata itu.
Dunia itu terdiri dari siang dan malam. Dan malam adalah waktu untuk beristirahat. Tapi dunia juga seperti roda. Berputar. Sampai kadang membuat pusing makhluk didalamnya. Hari mempunyai tujuh plot untuk manusia membaginya menjadi bagian-bagian kecil kehidupan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, dan Minggu. Bagi mereka yang percaya, setiap hari mempunyai makna sendiri sehingga mempengaruhi karakter bayi yang dilahirkan pada hari tertentu. Senin adalah bunga dan Minggu adalah awan, itu segelintir yang Gia tahu.
Gia cinta dengan hari Jum’at. ‘Thank’s God tomorrow is Friday’, kalimat Ibu Guru yang sangat disetuji Gia, meskipun kembali Gia menyesal mengapa bukan bahasa Indonesia. Sekali lagi, Gia cinta hari Jum’at. Karena Gia tak perlu menyalakan lampu kecil remang-remangnya karena Ia tak harus melihat jam wekernya subuh-subuh. Mata Gia sudah terlalu lelah untuk seminggu penuh. Dalam gelap Gia bisa men-istirahatkan matanya. Dalam gelap angan Gia bisa melambung jauh sekali. Dalam gelap Gia bisa bertemu teman-temannya. Dalam gelap kehidupan lain bisa terbentuk hampir sempurna.
Sesekali kilat cahaya lewat menembus kaca. Yang Gia tahu itu adalah pantulan lampu mobil yang lewat didepan rumahnya, Tapi mungkin itu adalah cahaya lain. Dalam kamarnya yang kini gelap, Gia biasa menikmati suasana malam lebih lekat. Bunyi daun ‘krasak krusuk’ tertiup angin, suara ‘ting…ting…ting’ yang Gia kira adalah satpam memukul mukul tiang listrik, kadang kalau musim hujan tiba bunyi ‘ngok..ngok..’ tanda si kecebong telah tumbuh dewasa pun bersahut sahutan.
Direbahkannya tubuh diatas kasur dan kepalanya diatas bantal bulu angsa yang mahal itu. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya dan Gia mulai mengkerut dibalik selimutnya.
“Pergi!!” teriak Gia pada teman alam bawah sadarnya.
Temannya hanya menatapnya tajam kemudian berubah menjadi terlalu lirih dan Ia menghilang meninggalkan Gia. Gia sebel dengannya. Temannya itu hanya perhatian padanya disini saja. Namun begitu kini Gia sendiri di alam bawah sadarnya. Gia terduduk hingga tak berapa lama ada lampu sorot yang mengarah padanya. Kini Ia seperti mister Bean yang baru jatuh dari lampu sorot.
Gia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba dekapan halus mengikat tubuhnya. Ibu mengajaknya pergi dari bawah lampu sorot itu. Tak lama tubuhnya menjadi lebih hangat.
Dunia itu terdiri dari siang dan malam. Dan malam adalah waktu untuk beristirahat. Tapi dunia juga seperti roda. Berputar. Sampai kadang membuat pusing makhluk didalamnya. Hari mempunyai tujuh plot untuk manusia membaginya menjadi bagian-bagian kecil kehidupan. Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jum’at, Sabtu, dan Minggu. Bagi mereka yang percaya, setiap hari mempunyai makna sendiri sehingga mempengaruhi karakter bayi yang dilahirkan pada hari tertentu. Senin adalah bunga dan Minggu adalah awan, itu segelintir yang Gia tahu.
Gia cinta dengan hari Jum’at. ‘Thank’s God tomorrow is Friday’, kalimat Ibu Guru yang sangat disetuji Gia, meskipun kembali Gia menyesal mengapa bukan bahasa Indonesia. Sekali lagi, Gia cinta hari Jum’at. Karena Gia tak perlu menyalakan lampu kecil remang-remangnya karena Ia tak harus melihat jam wekernya subuh-subuh. Mata Gia sudah terlalu lelah untuk seminggu penuh. Dalam gelap Gia bisa men-istirahatkan matanya. Dalam gelap angan Gia bisa melambung jauh sekali. Dalam gelap Gia bisa bertemu teman-temannya. Dalam gelap kehidupan lain bisa terbentuk hampir sempurna.
Sesekali kilat cahaya lewat menembus kaca. Yang Gia tahu itu adalah pantulan lampu mobil yang lewat didepan rumahnya, Tapi mungkin itu adalah cahaya lain. Dalam kamarnya yang kini gelap, Gia biasa menikmati suasana malam lebih lekat. Bunyi daun ‘krasak krusuk’ tertiup angin, suara ‘ting…ting…ting’ yang Gia kira adalah satpam memukul mukul tiang listrik, kadang kalau musim hujan tiba bunyi ‘ngok..ngok..’ tanda si kecebong telah tumbuh dewasa pun bersahut sahutan.
Direbahkannya tubuh diatas kasur dan kepalanya diatas bantal bulu angsa yang mahal itu. Ditariknya selimut untuk menutupi tubuhnya dan Gia mulai mengkerut dibalik selimutnya.
“Pergi!!” teriak Gia pada teman alam bawah sadarnya.
Temannya hanya menatapnya tajam kemudian berubah menjadi terlalu lirih dan Ia menghilang meninggalkan Gia. Gia sebel dengannya. Temannya itu hanya perhatian padanya disini saja. Namun begitu kini Gia sendiri di alam bawah sadarnya. Gia terduduk hingga tak berapa lama ada lampu sorot yang mengarah padanya. Kini Ia seperti mister Bean yang baru jatuh dari lampu sorot.
Gia menjatuhkan air matanya. Tiba-tiba dekapan halus mengikat tubuhnya. Ibu mengajaknya pergi dari bawah lampu sorot itu. Tak lama tubuhnya menjadi lebih hangat.
Angin meraung raung marah diluar rumah Gia. Hujan menyipratkan semburannya dengan liar. Daun bergoyang disko kesana kesini. Namun Gia semakin terlelap dalam kegelapan kamarnya yang semakin sejuk…
Sawangan, 22 Maret 2009
15:45:03
Sawangan, 22 Maret 2009
15:45:03
Friday, March 20, 2009
D.I.A
Dia bersarang disitu. Ssst... jangan berisik. Karena kalau berisik nanti si empunya marah. Dan Ia akan sangat kecewa pada si penampung rahasia. Apa sih Dia? Dia itu sensitif. Indah. Akan banyak dilumuri air mata. Makanya biarkan menjadi rahasia diantara kita saja.
Dia berkembang biak dengan cepat. Sampai si Empunya kelabakan sendiri untuk mencegahnya. Ingin rasanya si empu membuangnya tapi Dia terlalu dirindukan untuk dibuang. Sayang, Dia milik satu orang. Makanya Dia dirahasiakan oleh si empu.
Dia bukan orang. Bukan makhluk hidup. Tapi Dia ada di dalam makhluk hidup. Dia adalah rasa. Didalam hati. Paling dalam. Yang terdalam. Kemudian tertutup awan-awan cumulus tebal disini...
Dia berkembang biak dengan cepat. Sampai si Empunya kelabakan sendiri untuk mencegahnya. Ingin rasanya si empu membuangnya tapi Dia terlalu dirindukan untuk dibuang. Sayang, Dia milik satu orang. Makanya Dia dirahasiakan oleh si empu.
Dia bukan orang. Bukan makhluk hidup. Tapi Dia ada di dalam makhluk hidup. Dia adalah rasa. Didalam hati. Paling dalam. Yang terdalam. Kemudian tertutup awan-awan cumulus tebal disini...
Sawangan, 20 Maret 2009
Saturday, February 28, 2009
Jurusan
Huah.. akhirnya.. Jurusan ke universitas sudah dipilih.. tinggal ngejalanin tesnya tahun depan... setidaknya tahun depan Aku udah gak usah susah-susah mikir mau kemana lagi..
1. Ekonomi-Akutansi. Prospeknya jelas. Di swasta di negeri di BUMN di Bappenas di BI bisa.
2. Sospol-FISIP. Agaknya bikin kaget mamah, tapi yoo wes lah, bisa jadi anggota legislatif atau minimal di kementrian atau bisa ngisi artikel politik di koran
3. Sastra Indonesia. bingung juga kenapa milih ini. Gara-gara kerajingan nulis kali ya. Tadinya sempet pengen di sastra prancis, tapi kenapa musti prancis?.
4. Psikologi. Tadinya sempet dimasukin di daftar ke-3 tapi berhubung ada informasi yang tak dinyana ternyata buku pengantarnya rata-rata bahasa inggris, jadi turun ke posisi ini.
5. Komunikasi Visual
Soal Universitas mana, yaa yang kira-kira dana mencukupi lah... Pastinya pilihannya PTN semua.. UI, UNPAD, atau UGM
1. Ekonomi-Akutansi. Prospeknya jelas. Di swasta di negeri di BUMN di Bappenas di BI bisa.
2. Sospol-FISIP. Agaknya bikin kaget mamah, tapi yoo wes lah, bisa jadi anggota legislatif atau minimal di kementrian atau bisa ngisi artikel politik di koran
3. Sastra Indonesia. bingung juga kenapa milih ini. Gara-gara kerajingan nulis kali ya. Tadinya sempet pengen di sastra prancis, tapi kenapa musti prancis?.
4. Psikologi. Tadinya sempet dimasukin di daftar ke-3 tapi berhubung ada informasi yang tak dinyana ternyata buku pengantarnya rata-rata bahasa inggris, jadi turun ke posisi ini.
5. Komunikasi Visual
Soal Universitas mana, yaa yang kira-kira dana mencukupi lah... Pastinya pilihannya PTN semua.. UI, UNPAD, atau UGM
Friday, February 13, 2009
Air Hati
gemerlap mengepul ke udara yang semakin dingin
embunnya turun menyapa bumi
penuh kebahagiaan sesaat yang semakin menyesakan batin
damai dalam lamunan singkat mengerjap
ketika yang sejati menyentak
tetesan air hati menggenangi hari-hari
basah dan pilu
renungan untuk bahagia kembali hanyalah renungan
tak bergerak
diam di tempat
tidur
mungkin menjadi hal yang paling menyenangkan
tak ada tekanan
bebas mengawang jauh
hingga udara menjadi wangi terapi
Sawangan
13 Februari 2009
Wednesday, February 4, 2009
Tersirat
Hiruplah udara segar yang menerpa wajah ini
Tercipta untuk para khalifah muka bumi yang lelah
Karena mereka adalah nikmat tersirat dari sang Penguasa Alam
Berhembus
Kemudian ada rasa tenang didalamnya
Bergulung-gulung
Lalu lenyap bersama dinamika
Sunday, February 1, 2009
Red Cliff 2
Jujur saja Saya belum nonton film pertamanya jadi agak menerka-nerka ceritanya.Yang jelas 3 kerajaan berkuasa di Cina Daratan setelah masa Dinasti Han runtuh. Kali ini Perdana Mentri dari kerajaan Wei, Cao Cao, berambisi menguasai Tebing Merah. Namun ia harus membuat 2 Kerajaan lainnya bertekuklutut, yakni kerajaan Shu dan Wu. Dua kerajaan tersebut kemudian bersekutu untuk mempertahankan Tebing Merah. Dengan segala taktik perang dilancarkan kedua belah pihak. Taktik sederhana yang banyak mengandalkan gajala alam. Seperti ketika pasukan selatan (Shu dan Wu) berhasil membodohi pasukan Cao Cao dengan mengandalkan kabut tebal yang mengelilingi markas tempur kerajaan Wei untuk mendapatkan anak panah. Juga taktik serangan yang mengandalkan angin timur yang tiba-tiba berhembus. Dan taktik lainnya yang kadang ringan mengelitik.
Semangat tempur yang dibangun para pemimpin pasukan membuat sedikit terenyuh dan selalu ada filosofi tersirat didalamnyaKisah legenda kolosal Cina ini dibuat apik oleh John Woo, sang sutradara. Kisah yang 'Hitam Putih' sangat tergambar di film ini. Meski ada yang diubah disana-sini tapi film ini tidak kehilangan feel nya.
Takeshi Kaneshiro sebagai Zhuge Liang (baju putih), ahli strategi perang... Guanteng tenan...

Red Cliff 1
Info ajah. Red Cliff juga ada gamenya loh...bagi gamer pasti udah pada tau.. Ichi, adiku, aja tau ceritanya dari game.

Suasana syuting. Kolosal sekali
Produksi: China Film Group
Sutradara: John Woo
Skenario: John Woo, Khan Chan, Kuo Cheng
Cast: Tony Leung, Takeshi Kaneshiro, Zhang Fengyi
Genre: Action Kolosal
Subscribe to:
Posts (Atom)